Kamis, 03 Oktober 2013

Membuat Antena TV Sendiri

Membuat Antena TV Sendiri (Antena Tradisional)

Proses pembuatan Antena dari Blog pak Mul

Kinerja antenna TV luar yang terpasang selama ini tidak memuaskan. Ada kelemahan di penerimaan TransTV, Indosiar, RCTI dan MNC TV. Bambu antenna harus diputar-putar agar salah satu atau beberapa stasiun itu dapat diterima dengan clear. Apalagi kalau ada angin luar yang kencang, muter-muter sendiri deh antennanya.

Akhirnya hari minggu kemarin saya buat antenna sendiri. Spesifikasinya :
-         Ukuran tidak terlalu besar
-         Dipasang dibawah genteng
-         Hasil gambar memuaskan untuk semua channel (beamwidth lebar, bandwith lebar)


Frekuensi TV
 Idealnya sih dipilih frekwensi tengah, kemudian dihitung panjang gelombang. Cari desain antenna atau software antenna. Adjust ukuran antena dengan frekwensi tengahnya, simulasikan model antena dengan software. Potong elemen/driver presisi hingga milimeter  .

Tapi saya pakai cara katro saja, copy driver antenna komersial. Saya desain antena reflektor sederhana. Elemen-nya hanya ada 2 : Reflektor dan Driver. Reflektor berukuran 35 cm x 50 cm. Reflektornya masih besar, disamping untuk memanfaatkan bahan secara maksimal juga untuk menguji awal kinerja antenna. Driver ini bentuknya seperti dasi kupu-kupu. Jarak antara driver adalah 2 cm. Tidak perlu balun atau transformer  . Jarak antara reflektor dan driver adalah 11 cm.
Tampak Samping dan ukuran Antena
Ukuran Driver

Bahannya seng sisa nisplang. Anda bisa beli seng nisplang 1 m di toko besi. Potong pakai gunting kertas . Tidak usah repot-repot beli/cari gunting seng. Ukuran tidak perlu presisi hingga milimeter. Cukup 2 jam untuk menyelesaikannya. Antenna tetap pakai booster, karena rumah saya di Jatiendah berada di lembah tidak mendapatkan line of sight. Line of sight saya terhalang perumahan Pasir Jati yang lebih tinggi sekitar 6 meteran. Kalau rumah anda tidak terhalang bukit atau lainnya mestinya tidak perlu booster.

Berikut gambar antenna tradisional (katrok) :




Hasilnya semua channel gambarnya jernih, kecuali IMTV rada rusak. MQTV dan PJT sedikit kurang jernih. Lainnya sempurna.
Keuntungan dari antenna ini adalah :
-          Bebas angin
-          Rangkaian boster awet, tidak kena panas-hujan
-       Sebagian besar channel gambarnya jernih dan sempurna. Saya memakai tuner Gadmei, kalau pakai TV beneran, pasti semua channel sempurna.
Sebelumnya saya juga pernah membuat antenna reflektor versi lain. Versi ini reflektornya menggunakan ram/kasa nyamuk. Drivernya 4 buah V driver yang dibuat dari kawat las kuningan. Hasilnya? Ancur  .

Berhubung masih ada yang bingung bagaimana cara membuat-nya, saya buat langkah2 pembuatannya :
Langkah membuat antenna:
1.       Beli seng nisplang
2.        Potong seng untuk reflektornya, pakai gunting kertas juga bisa.
3.       Potong seng untuk kupu2-nya.
4.       Potong reng untuk dudukan kupu2-nya
5.       Potong reng/paralon untuk pegangan/gantungan antenna
6.       Paku reng dudukan kupu2 pada reflektor
7.       Paku kupu-kupu pada reng
8.       paku reng/paralon pada reflektor
9.       Pasang kabel pada kupu2, cukup diselipkan antara seng kupu2 dan
reng lalu dipaku
10.    Pasang/gantung antena
11.    Pasang booster
12.    Coba di TV
Reng untuk dudukan driver kupu2 bisa diganti kayu usuk atau lainnya. Atau Dus karton!, kalau pakai dus karton berarti tidak menggunakan paku, tapi lem.

Perhatian : koneksi kabel ke driver harus kencang, kalau bisa disolder. Koneksi yang tidak kencang mengakibatkan gambar semutan. Jangan lupa atur trimpot GAIN pada booster. Trimpot gain ini juga berpengaruh pada kejernihan/kekuatan sinyal, trimpot TIDAK mesti pada posisi maksimum gain.


Thanks To:
Mulyanto and his Blog for sharing this idea.  (Photo Included).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar